Pendapatan dari Mata Uang (Koin) Kripto

Pembaca, ada banyak sekali peluang mendapatkan pemasukan baik pasif maupun aktif dalam dunia mata uang kripto. Beberapa sudah dibahas pada artikel ini: Mata Uang Kripto, Airdrop, dan Bounty. Jika banyak yang mengira menambang adalah cara paling utama dalam mendapatkan koin, sebetulnya hal tersebut adalah salah. Karena tidak semua koin mendukung untuk penambangan. Koin-koin yang mendukung penambangan disebut koin POW (Proof of Work). Sedangkan ada banyak kriteria dari koin kripto yang beredar. Selain POW, ada juga koin yang mengaplikasikan masternode dan POS (Proof of Stake).

Menambang Koin
Menambang Koin

Mungkin di antara Anda masih ada yang bingung tentang penambangan koin. Apa sih yang dikerjakan? Dari mana koin yang didapatkan? Mudah-mudahan tulisan ini bisa sedikit menjelaskan. Proses menambang adalah mengumpulkan transaksi-transaksi yang terjadi pada blockchain, yaitu transaksi keluar masuk koin antar wallet. Transaksi-transaksi dicatat dalam sebuah blok. Ketika menyelesaikan sebuah blok ini maka penambang akan diberi hadiah yaitu koin tersebut dengan jumlah tertentu. Koin yang digunakan sebagai hadiah didapat dari mana? Itu sudah tertulis pada kode seumber koin tersebut. Selain dari hadiah, penambang juga bisa mendapatkan koin dari biaya transaksi (fee) yang dikenakan pada pemilik koin yang melakukan transaksi.

Masternode
Masternode

Selain menambang, seperti telah disebutkan di atas, cara mendapatkan koin kripto lainnya adalah dengan menjadi masternode. Masternode adalah node yang menjalankan perangkat wallet yang sama pada blockchain. Masternode memberikan layanan ekstra pada jaringan. Seperti yang diketahui bahwa blockchain adalah serangkaian komputer yang saling terkoneksi yang menyimpan informasi transaksi (block) yang sama persis satu-sama lain. Masternode menjadi bagian dari serangkaian komputer tersebut. Semakin banyak node tentu akan semakin mempercepat proses transaksi, karena lebih banyak node yang bekerja. Masternode ini ibarat kasir pada sebuah bank. Jika kasir pada sebuah bank makin banyak, maka akan lebih cepat menyelesaikan antrian transaksi nasabah bank tersebut.

Dari mana masternode mendapatkan uang? Sama seperti penambang, yaitu dari hadiah untuk setiap blok yang ditemukan juga dari biaya transaksi. Lalu apa bedanya penambang dan masternode? Penambang harus mengumpulkan berkas-berkas transaksi, serta harus menyelesikan puzzle agar kumpulan transaki tersebut menjadi sebuah blok, sedangkan masternode hanya mencatat saja. Sehingga tugas masternode jauh lebih ringan dari penambang. Hanya saja, untuk menjadi masternode ada syarat yang harus dipenuhi yaitu dengan menyetorkan sejumlah koin (biasanya minimal 1000 koin) sebagai jaminan. Koin ini tidak akan hilang dan bisa diambil kembali. Jika koin diambil artinya status sebagai masternode-pun akan dicabut.

Proof of Stake
Proof of Stake

Yang selanjutnya adalah POS (Proof of Stake). POS dalam kehidupan sehari-hari menyerupai deposito. Kegiatan POS disebut dengan staking. Yaitu mengendapkan saldo pada wallet dan akan mendapatkan tambahan koin sebagai hadiah untuk setiap blok yang ditemukan. POS ini juga bisa dijadikan sebagai backup database dari transaksi-transaksi yang sudah dicatat. Untuk mengikuti POS Anda harus mempunyai saldo pada wallet dan menjalankan wallet terus menerus tanpa henti. Besaran koin yang didapat akan tergantung dari besaran saldo yang dimiliki dan kadangkala mendapatkan bonus tambahan tergantung penawaran yang diberikan penyedia koin.

Apa yang Anda butuhkan untuk menjadi masternode atau mengikuti staking? Anda membutuhkan komputer yang terkoneksi internet dan berjalan terus menerus. Anda bisa juga memanfaatkan VPS misalnya dari DigitalOcean, karena spesifikasi komputer/server untuk masternode dan staking ini tidak terlalu tinggi. Anda malah bisa melakukan staking untuk 3 (tiga) sampai 5 (lima) jenis koin untuk VPS dengan RAM 1 GB, yang penting komputer/server harus berjalan non stop.

 

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan